header image
 

Melupakanmu

Ada sebagian dari masa lalu yang masih tertinggal didalam sini. Tersimpan pada satu tempat yang menyerupai gudang, berdebu, usang dan bau lama karena tak pernah aku perhatikan. Bukan tak peduli, hanya saja lebih baik begitu dari pada harus mengorek-ngorek lagi luka lama yang hanya akan menimbulkan bau anyir.

Melupakanmu, aku tau tak akan pernah bisa. Bahkan tak pernah berpikir untuk melupakanmu. Sampai saat ini. Meski sakit yang pernah kau toreh begitu dalam, begitu membekas bahkan terkadang membuatku takut untuk melangkah lagi. Karen aku tak ingin terjatuh lagi.

Tapi, yang lewat biar saja lewat. Meski kau pernah berada dijalan yang sama denganku dan kemudian meninggalkanku begitu saja dijalan itu tanpa memberikan penjelasan apapun. Tetap biarkan itu menjadi sesuatu yang hanya pantas dikenang sebagai satu kebodohan yang pernah aku lakukan. Karena sekarang, aku sedang belajar untuk meninggalkan segala kenangan dan kebodohanku dibelakang. Aku sedang belajar lagi untuk melangkah maju dan tak menyesali apapun yang pernah singgah dalam hidupku.

Jadi, berbahagialah kau dengannya…

Enjoy My Saturday Night

Saturday Night. Tak ada yang istimewa sebenarnya. Seperti biasa aku menikmatinya meski berjauhan. Pulang dari acara ramah tamah di kampus, aku pulang. Santai aja sambil baca The Ghost-nya Robert Harris. Lalu menelfon dia. Yah, beginilah kalau LDR. menikmatinya hanya bisa seperti ini saja. Mendengar suaranya sudah lebih dari cukup.

Dan kali ini juga. Aku masih asik di travian dan halaman blog-ku sambil ditemani olehnya yang sedang bernyanyi dengan petikan gitarnya. Feel great. Excited. Menyenangkan. Merasa istimewa. (Meski aku tau, bahwa pasti akan jauh lebih menyenangkan kalau aku “melihat” dia bermain gitar untukku daripada hanya sekedar “mendengarkan”).

Anyway, thanks to stay here, right beside me. It mean so much for me.

Imaginary-4

Didunia antah berantahku sekarang,  dia masih duduk disampingku. Masih menyanyikan nada-nada manis meski tak semerdu para penyanyi. Masih memberikan rasa nyaman berada didekatnya. Masih memberikan senyum dalam hidupku. Dan sepertinya dia memang tak ingin pergi. Kali ini, sepertinya dia tak meninggalkanku.

Dia memintaku untuk mengijinkannya tinggal didunia antah berantahku. Menemaniku dalam setiap sepi dan diamku. Mencoba memperbaiki semua yang pernah terusik perih. Meyakinkanku, bahwa meski tak bisa dihindari, paling tidak dia akan meminimalkan rasa sakit yang mungkin muncul. Dia ingin mengubah dunia antah berantahku, menjadi dunia ‘kami’.

Ada rasa ragu yang bercokol dihatiku. Muncul tanpa bisa dicegah. Inikah yang aku inginkan ? Inikah yang aku harapkan dalam dunia antah berantahku ? Tapi kenapa justru ketika dia menawarkan hal yang begitu ingin orang lain rasakan, muncul ketidakyakinan itu ? Benarkah ini yang aku inginkan ?

Manusia memang aneh. Ketika merasa sendiri dan sepi ingin ditemani. Ketika ada yang ingin tinggal malah tak merasa yakin.

Apakah ini sebuah ketakutan yang memang selalu muncul dalam hidupku ? Ketakutan akan ditinggalkan lagi. Ah, entahlah. Kali ini dunia antah berantahku tak lagi sama. Dia masih bernyanyi disudut sana, mengerling padaku dalam senyum tulusnya. Dan aku masih menumpuk keraguan disini, tanpa pernah diketahuinya.

Happy New Year

My first post in January 1st, 2009

Cuma mau bilang

Selamat Tahun Baru 2009
Udah, gitu aja

hehehehe…..

The Second Day with Lovely Ubuntu

Hari kedua pakai Ubuntu. Alhamdulillah, dah bisa install Pidgin sama Songbird. Hehehehe….girang bener. Thanx to paman Google yang menyediakan banyak kali tutorial buat kasih tau cara2 install paket program di Ubuntu. Hasilnya, lumayanlah. Dan mulai kenal sama Terminal. belum terlalu akrab sih, tapi lumayan kenallah. Semoga besok-besok bisa lebih kenal lagi, biar akrab dan akhirnya intim. hehehehe….

It’s rock!!!

Hari yang Norak

Hari ini iklas dibilangin norak, katro, kampungan, terserahlah whatever. Yang jelas, hari ini sangat menyenangkan. Coz what? KARENA AKU BARU INSTALL UBUNTU 8.10 DI KOMPUTER KANTOR. Begitu selesai instalasi, langsung kegirangan, kayak anak kecil dapat mainan baru. wakakakakaakkkk…………..  Dan sekarang sedang pusing explore sambil mencocokkan program dan aplikasi yang harus dipakai di Ubuntu.

Install Ubuntu rada-rada susahlah. Ini juga dibantuin Fachrid makanya bisa. Kalo aku sendiri, 2 hari 2 malam belum tentu berhasil (hehehe….thanx a lot, bro). Jadi, sambil download dan install beberapa program dan aplikasi yang khusus jalan di linux, belajar lagilah dari forumnya.  Mungkin ini cuma masalah kebiasaan aja.  tapi, tetap aja belajar linux itu sussaaahhhhnya minta ampun.

But, I wont give up. Setelah terbiasa dengan Windows dan segala kemudahannya, harus ulang lagi, belajar linux dengan segala kesulitannya. Untuk ada brothers smuanya di lab yang bisa diajakin sharing. kalo gak, meraba sendirian lah aku.

Jadi, sekarang mulai lagi kenalan sama terminal, root, kernel, halaaahhh…yang bikin pusing juga lah. jadi, untuk sementara, lagi semangat-semangatnya belajar lagi.

Wish me luck aja deh

hehehehe…sekali norak tetep norak saya ya….    ;) :P

Untuk Para Ibu

Buat Emak dan Kak Purnama

Selamat hari Ibu hari ini. Mungkin Emak dan Kak Purnama tak bisa merayakan ini secara fisik lagi. Tapi, bagaimanapun, hari ini juga buat kalian. Yang tak akan pernah terganti.

Sejak kalian tak ada, rumah berjalan seperti biasa. Ayah, aku, Lei, abang dan wawa yang sekarang juga sudah punya ibu lagi baik-baik saja. Tak ada yang perlu dikuatirkan. We can handle this. Insya Allah.

Apakah kiriman-kiriman kami sampai? Semoga, malaikat tak pernah alpa mengirimkan kiriman yang kerap kami titipkan pada mereka. Selalu. Semoga bisa menikmati kiriman kami dengan bahagia disana. Tak ada yang kami inginkan, selain kalian berdua, berdampingan disana dan selalu berbahagia.

Setiap hari ini tiba, selalu menyisakan perih untukku. Bukan, bukan karena aku menyesali bahwa kalian sudah meninggalkan kami tanpa tanda, tanpa pesan. Bukan itu. Hanya, betapa aku menyesali bahwa aku tak pernah cukup membuat Emak bahagia. Membuat Emak merasa bangga akan aku. Tapi, aku harap Emak memaklumi keterbatasanku, kebandelanku, ketidakpedulianku ketika itu. Tapi, aku tetap sayang Emak sampai kapanpun. Karena buatku, Emak tak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun. Dan aku selalu yakin, bahwa langkah apapun yang aku ambil sekarang, Emak masih bisa melihatku disana, dengan senyum dan pemakluman, karena Emak benar-benar mengenalku.

Menjadi anaknya, menjadi bagian dari hidupnya adalah sebuah anugerah yang tak terhingga yang Allah berikan padaku. Mentakdirkanku tumbuh dalam belai kasih sayangnya, adalah hal yang sebenarnya tak pantas aku dapatkan, mengingat tingkahku yang selalu membuatnya merasa sedih. Maaf Mak, maaf. Aku berterima kasih pada Allah yang 28 tahun yang lalu menitipkanku dalam rahimnya, dan Emak mencintaiku dengan seluruh hidupnya. Tak berkurang meski kemudian adikku juga muncul dalam hidupnya.

Ah Emak, bahkan aku diwisudapun Emak tak hadir. Padahal Emak tahu betapa aku sangat ingin mempersembahkan gelar yang 4 tahun lalu aku dapatkan itu hanya untuk Emak yang tak pernah bosannya meyakinkanku bahwa keterbatasan yang kami miliki saat itu tak akan pernah membuatku gagal menjadi sarjana. Emak yang meyakinkanku bahwa aku bisa. Dan Emak juga yang membuatku meneruskan ini, ketika semangat untuk meneruskan apa yang Emak harapkan perlahan pupus ketika Emak pergi. Tapi, keinginan yang pernah Emak ucapkan dulu, terbukti sekarang. Benar-benar terbukti. Allah menunjukkanku jalan untuk meraih cita-cita yang Emak harapkan untukku dengan cara yang begitu berbeda, tak terduga dan menakjubkan.

Emak, terima kasih, beribu terima kasih untuk semua cinta yang Emak curahkan untukku, bahkan hingga hari ini. Terima kasih telah mempercayakanku sesuatu yang begitu Emak inginkan dari salah satu anak Emak dan mewujudkannya. Terima kasih telah menerima dan menjadikan aku anakmu. Terima kasih, karena memaklumiku.Terima kasih karena tak pernah menyesal menjadi ibuku. Terima kasih.

Untuk Emak dan Kak Purnama, Selamat Hari Ibu

Mencintai kalian

Aku

“Menulis ini diantara rasa perih dan tetes airmata”

when will you got married??

siang menjelang sore, selepas instalasi java netbean di ruangan arif, seperti biasa masih terus ber-travian.  Mencek perkembangan desaku di 4 server yang baru aja selesai diserang. sementara penyeranganku gak dapat apa-apa :(
Sambil teriak-teriak berduet dengan Gerard Way, vokalis My Chemical Romance nyanyi lagu Welcome To The Black Parade, tau-tau ada kepala muncul dari balik pintu dan tersenyum. Susi ternyata….mau numpang ngadem diruanganku sambil nunggu suaminya Waner selesai ngajar.  Dan biasanya, kawan-kawan yang juga kerja disini suka ngadem sebentar diruanganku yang memang dingin. Dan ngobrollah dengan Susi yang baru aja selesai cuti melahirkan, sambil lihat anak perempuannya di hp-nya. cantik, putih mirip ibunya.

Dan seperti biasa…pertanyaan itu muncul lagi, “Nikah lah kak Wir, ternyata setelah dijalani nyaman juga kok,” weaks….waduuh…. Dan berikutnya masuklah Ogenk, si bos yang sedang ngecek AC yang sedang diperbaiki. “Eh, Si, udah masuk? apa anakmu? Liat Wir, smua orang sekarang bicaranya soal anak. Kau masih soal pacar. ketinggalan lah kau jauh. orang udah lari, kau aja jalannya masih lambat gitu. kapan majunya…”

Capeee deeeehhh…. Sulis, Waner, Susi, Ogenk, Joni, smuanya lebih suka milih topik ini selama seminggu ini. Heran….

Dan selama setengah jam berikutnya, sambil menunggu Waner datang menjemput, Susi seolah berusaha untuk membuka otakku tentang “menikahlah, kak Wir”.

Yah, baiklah kawan-kawan ku yang dirahmati Allah. terima kasih sudah mengingatkanku. Kelak, (entah kapan, cepat atau lambat) jika Allah sudah menunjukkan padaku bahwa ’siapapun dia’ sipemilik tulang rusuk ini memintaku untuk menjadi istrinya, memintaku untuk menjadi makmumnya, memintaku untuk menjadi partner hidupnya, dan seluruh hati dan pikiranku telah dituntun Allah untuk tertuju padanya; aku, kawan kalian ini, insya Allah akan menikah.

begitu saja lah

What should I say?

Aku perlu istikharah sepertinya. Sangat perlu. Sesuatu yang begitu beda, bahkan mungkin aneh buatku ada dihadapanku sekarang. Haruskah aku bilang ya? Atau sebuah penolakan? Aku perlu istikharah memang. Sebuah pilihan.

Aku selalu bilang, bahwa menurutku hidup adalah sebuah pilihan dan kebahagiaan hanya ada jika kita menciptakan kebahagiaan itu. No matter what. Dan sekarang, sebuah pilihan yang menurut sebagian beberapa orang yang aku mintai pendapat adalah sebuah pilihan yang bisa jadi menuju sebuah kebahagiaan yang mungkin bisa aku ciptakan. Tapi, menurut seorang sahabat yang berada beratus kilometer jauhnya dariku mengatakan bahwa, semua ini Allah yang mengatur. Apapun pilihan kita, akhirnya Allah yang menentukan segalanya.

Lalu, aku harus bilang apa ketika tanpa ampun dia memintaku, “Will you marry me?” Aaaaaarrrrgghhhh………..what should I say???

Aku memang perlu istikharah!!

Sesuatu yang beda

Rasanya aneh ketika kamu gak ada. Begitu beda. Ada yang lain disetiap tidur malamku tanpamu. Entah. Mungkin ini namanya rindu. Sesuatu yang menusuk hati, begitu rupa, sakit tapi terasa indah.

Kamu dimana? Merasakan hal yang sama kah? Seperti yang aku rasakan saat ini? Mulai merasa sepi ketika menjalani hari tanpamu. Seperti ini juga kah yang kau rasakan disana? Merasa berbeda pada hari-harimu?

Aku kangen,,,